Pengantar Geografi Pertanian
Keywords:
Geografi, PertanianSynopsis
Geografi pertanian mempelajari hubungan antara aktivitas pertanian, lingkungan, dan wilayah. Melalui pendekatan geografis, berbagai aspek seperti iklim, tanah, penggunaan lahan, tenaga kerja, teknologi, hingga pembangunan wilayah dapat dianalisis untuk memahami dinamika pertanian secara lebih komprehensif. Buku Pengantar Geografi Pertanian ini membahas konsep dasar geografi pertanian, faktor-faktor yang memengaruhi kegiatan pertanian, sistem dan pola pertanian, penggunaan lahan, pertanian berkelanjutan, serta pengembangan komoditas dan wilayah pertanian. Materi di dalamnya disajikan secara sistematis dan dilengkapi dengan contoh-contoh yang relevan dengan kondisi di Indonesia. Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, pendidik, peneliti, dan pembaca umum yang ingin memahami peran pertanian dalam pembangunan wilayah serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Downloads
References
Altieri, M. A. (2018). Agroecology: the science of sustainable agriculture. CrC press.
Anggraini, M. F., & Banowati, E. (2022). The Carrying Capacity Analysis of Rice Plants Agriculture to Fulfill Food Needs in Pati Regency. Geosfera Indonesia, 7(2), 165–179.
Anindita, R., & Baladina, N. (2017). Pemasaran produk pertanian. (No Title).
Arifin, H. S., Kaswanto, R. L., & Nakagoshi, N. (2014). Low carbon society through Pekarangan, traditional agroforestry practices in Java, Indonesia. In Designing Low Carbon Societies in Landscapes (pp. 129–143). Springer.
Arsyad, S. (2009). Konservasi tanah dan air. Pt Penerbit Ipb Press.
Aryal, J. P., Rahut, D. B., Sonobe, T., Tortajada, C., & Chhay, P. (2024). Water resource management in agriculture for achieving food and water security in Asia. In International Journal of Water Resources Development (Vol. 40, Number 3, pp. 319–322). Taylor & Francis.
Banowati, E., & Sriyanto. (2013). Geografi Pertanian. Ombak.
Bertoglio, R., Corbo, C., Renga, F. M., & Matteucci, M. (2021). The digital agricultural revolution: A bibliometric analysis literature review. Ieee Access, 9, 134762–134782.
Bintarto, R., & Hadisumarno, S. (1991). Metode analisa geografi.
Borin, M. (2023). A wise irrigation to contribute to integrated water resource management. Italian Journal of Agrometeorology, 2023(2), 5–19. https://doi.org/10.36253/ijam-2323
Clout, H. (2001). Haggett Peter (2001). Geography: A Global Synthesis. Harlow, UK: Prentice Hall/Pearson Education. 834 p. L’Espace Géographique, 30(3), I–I.
Conway, G. R. (1987). The properties of agroecosystems. Agricultural Systems, 24(2), 95–117.
Daldjoeni, N. (1992). Geografi baru: Organisasi keruangan dalam teori dan praktek. Bandung: Alumni.
Ellis, F. (1993). Peasant economics: Farm households in agrarian development (Vol. 23). Cambridge University Press.
Evizal, R., & Prasmatiwi, F. E. (2021). Pilar dan model pertanaman berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Galung Tropika, 10(1), 126–137.
Feder, G., & Feeny, D. (1991). Land tenure and property rights: Theory and implications for development policy. The World Bank Economic Review, 5(1), 135–153.
Fitri. (2023). Manajemen Pola Tanam Tumpang Sari untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Cenning Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara (Skripsi). Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Palopo, Palopo. [Skripsi]. Fitri. (2023). Manajemen Pola Tanam Tumpang Sari untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Cenning Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara (Skripsi). Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Palopo.
Foley, J. A., DeFries, R., Asner, G. P., Barford, C., Bonan, G., Carpenter, S. R., Chapin, F. S., Coe, M. T., Daily, G. C., & Gibbs, H. K. (2005). Global consequences of land use. Science, 309(5734), 570–574.
Food and Agriculture Organization. (1976). A framework for land evaluation (FAO Soils Bulletin No. 32).
Food and Agriculture Organization. (2018). Agriculture to Achieve the SDGs. FAO: Rome, Italy.
Food and Agriculture Organization. (2022). The State of Food and Agriculture 2022: Leveraging Automation in Agriculture for Transforming Agrifood Systems. FAO Rome, Italy.
Food and Agriculture Organization. (2023). The State of Food and Agriculture 2023. In The State of Food and Agriculture 2023. FAO. https://doi.org/10.4060/cc7724en
Grigg, D. (1995). An Introduction to Agricultural Geography, Second Edition (2nd ed.). Routledge.
Hairiah, K., & Ashari, S. (2013a). Pertanian masa depan: Agroforestri, manfaat, dan layanan lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Agroforestri, 23–35.
Hairiah, K., & Ashari, S. (2013b). Pertanian masa depan: Agroforestri, manfaat, dan layanan lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Agroforestri, 23–35.
Hairiah, K., Utami, S. R., Suprayogo, D., Widianto, S., SM, S., Lusiana, B., Mulia, R., Van Nordwijk, M., & Cadisch, G. (2000). Agroforestri pada tanah masam di daerah tropika basah: pengelolaan interaksi antara pohon-tanaman semusim. International Centre for Research in Agroforestry (ICRAF). Bogor.
Hardjowigeno, S. (2007). Evaluasi kesesuaian lahan dan perancangan tataguna lahan.
Hardjowigeno, S. (2012). Ilmu Tanah Jakarta: Akademika Pressindo. Ilmu Tanah Jakarta: Akademika Pressindo.
Haryani, P. (2011). Perubahan Penutupan/Penggunaan Lahan dan Perubahan Garis Pantai Di DAS Cipunagara dan Sekitarnya, Jawa Barat [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor.
Haryani, P. (2017). Kajian Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Urban Terhadap Pengembangan Urban Farming Di Kampung Pilahan, Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta [Tesis]. Universitas Gadjah Mada.
Hazell, P. B. R., & Rahman, A. (2014). New directions for smallholder agriculture. OUP Oxford.
Kartasapoetra, A. G. (1986). Klimatologi pengaruh iklim terhadap tanah dan tanaman. (No Title).
Lakitan, B. (2002). Dasar-dasar klimatologi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Lambin, E. F., Geist, H. J., & Lepers, E. (2003). Dynamics of land-use and land-cover change in tropical regions. Annual Review of Environment and Resources, 28(1), 205–241.
Mosher, A. T. (1987). Menggerakkan dan membangun pertanian: syarat-syarat pokok pembangunan dan modernisasi. Jakarta: CV. Yasaguna.
Mubyarto. (1989). Pengantar ekonomi pertanian. Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial.
Niroula, G. S., & Thapa, G. B. (2005). Impacts and causes of land fragmentation, and lessons learned from land consolidation in South Asia. Land Use Policy, 22(4), 358–372.
Rigg, J., Salamanca, A., Phongsiri, M., & Sripun, M. (2018). More farmers, less farming? Understanding the truncated agrarian transition in Thailand. World Development, 107, 327–337.
Ritung, S., Nugroho, K., Mulyani, A., & Suryani, E. (2011). Petunjuk teknis evaluasi lahan untuk komoditas pertanian. Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Puslitbangtanak, Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian. Bogor. Hlm, 159.
Robinson, G. (2014). Geographies of agriculture: globalisation, restructuring and sustainability. Routledge.
Rogers, E. (2003). Diffusion of Innovations 5th. Free press.
Rondhi, M., Pratiwi, P. A., Handini, V. T., Sunartomo, A. F., & Budiman, S. A. (2018). Agricultural land conversion, land economic value, and sustainable agriculture: A case study in East Java, Indonesia. Land, 7(4), 148.
Rustiadi, E. (2018). Perencanaan dan pengembangan wilayah. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Sirappa, M. P., Heryanto, R., & Sirappa, I. P. (2023). Produktivitas Lahan pada Pola Tumpangsari Jagung Kedelai. JURNAL PETERNAKAN SABANA, 2(2), 114–126.
Sitorus, S. R. P. (2016). Perencanaan Penggunaan Lahan (1st ed.). PT Penerbit IPB Press.
Soekartawi, S. (1989). Prinsip dasar ekonomi pertanian teori dan aplikasi. Jakarta: Rajawali Pers.
Stewart, B. A. (2018). Nutrient requirements for soil carbon sequestration. Soil and Climate, 163–170.
Suharyono, A., & Amien, M. (2013). Pengantar filsafat geografi. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Sukartawi. (1994). Pembangunan Pertanian. Raja Grafindo Persada.
Suryana, A. (2014). Menuju ketahanan pangan indonesia berkelanjutan 2025: tantangan dan penanganannya. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 32(2), 123–135.
Turner, I. I., & Brush, S. B. (1987). Comparative farming systems.
Uphoff, N. (1987). Local institutional development: An analytical sourcebook with cases.
Van Dijk, T. (2003). Dealing with Central European land fragmentation. Eburon, Delft.
Weil, R. R. ., & Brady, N. C. . (2017). The nature and properties of soils. Pearson.
Widiatmaka, W., Ambarwulan, W., & Sudarsono, S. (2016). Spatial multi-criteria decision making for delineating agricultural land in Jakarta Metropolitan Area’s hinterland: Case study of Bogor Regency, West Java. AGRIVITA Journal of Agricultural Science, 38(2), 105–115.
Widiatmaka, W., Munibah, K., Sitorus, S. R., Ambarwulan, W., & Firmansyah, I. (2015). Appraisal keberlanjutan multidimensi penggunaan lahan untuk sawah di karawang-jawa barat. Jurnal Kawistara, 5(2), 99–220.
Published
Categories
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.









