Hukum Pemerintahan Daerah dan Desa

Authors

Febrian, Universitas Sriwijaya; Ridwan, Universitas Sriwijaya; Vegitya Ramadhani Putri, Universitas Sriwijaya; Windy Rizky Putri, Universitas Sriwijaya; Lusi Apriyani, Universitas Sriwijaya ; Suci Flambonita, Universitas Sriwijaya; Zulhidayat, Universitas Sriwijaya; Ikhsan Setiawan, Universitas Sriwijaya; Shafira Arizka Maulidyna, Universitas Sriwijaya; Rizki Amaliah, Universitas Sriwijaya; Alip Dian Pratama, Universitas Sriwijaya; Hendi Setiawan, Universitas Sriwijaya; Muchammad Daing Azimattara, Universitas Sriwijaya

Keywords:

Hukum, Pemerintahan, Daerah, Desa

Synopsis

Tulisan ini dirancang untuk merefleksikan kedalaman intelektual dan visi transformatif yang terkandung dalam setiap bab naskah. Bagian I: Fundamen dan Evolusi Otonomi, Buku ini dibuka dengan eksplorasi mendalam terhadap asas dan prinsip otonomi daerah yang termaktub dalam UUD NRI 1945. Penulis menelusuri bagaimana konsep negara kesatuan berinteraksi dengan semangat desentralisasi, menciptakan sebuah desain arsitektur pemerintahan yang unik di Indonesia. Melalui kacamata politik hukum, pembaca diajak melintasi waktu, memahami bagaimana dinamika kekuasaan bergeser dari kekakuan Orde Baru menuju ruang-ruang demokrasi lokal yang lebih terbuka pasca-reformasi. Bagian II: Struktur, Kewenangan, dan Relasi Kekuasaan, Inti dari pemerintahan daerah terletak pada pembagian urusan dan relasi antar-lembaga. Buku ini membedah secara rinci kewenangan urusan wajib, pilihan, dan konkuren, serta bagaimana interpretasi kewenangan tersebut dalam praktiknya sering kali memicu konflik wewenang. Hubungan antara Kepala Daerah (eksekutif) dan DPRD (legislatif) dianalisis dalam kerangka yuridis dan praktis untuk melihat bagaimana “check and balances” bekerja di tingkat lokal. Tidak ketinggalan, aspek aparatur (ASN) dan mekanisme rekrutmen kepala daerah melalui Pilkada dikupas tuntas sebagai pilar utama keberlangsungan demokrasi lokal. Bagian III: Vitalitas Fiskal dan Pengawasan, Otonomi tanpa kemandirian fiskal adalah ilusi. Penulis secara tajam menganalisis sumber penerimaan daerah melalui DAU, DAK, dan Dana Perimbangan, serta tantangan terbaru dalam desentralisasi fiskal antara tren resentralisasi dan reformasi. Di sisi lain, buku ini juga menyajikan mekanisme pengawasan yang berlapis, mulai dari pengawasan oleh kementerian, BPK, hingga peran peradilan melalui sengketa Tata Usaha Negara dan judicial review terhadap Perda. Bagian IV: Desa sebagai Basis Otonomi, Baru Salah satu kontribusi terbesar buku ini adalah fokusnya pada hukum pemerintahan desa. Mulai dari sejarah hukum UU Desa, tata kelola kelembagaan desa, hingga otonomi desa dalam mengelola Dana Desa. Penulis mengeksplorasi bagaimana produk hukum desa diposisikan dalam hierarki perundang-undangan dan bagaimana BUMDes menjadi motor penggerak ekonomi di akar rumput. Desa tidak lagi dipandang sebagai objek pembangunan, melainkan subjek hukum yang memiliki kedaulatan atas identitas dan masa depannya. Bagian V: Tantangan Kontemporer dan Masa Depan, Menghadapi era disrupsi, buku ini menghadirkan diskursus mengenai digitalisasi pemerintahan daerah (Smart Village) dan tata kelola data. Analisis terhadap putusan Mahkamah Konstitusi memberikan panduan mengenai arah konstitusionalitas otonomi daerah ke depan. Sebagai penutup, buku ini menawarkan strategi reformasi hukum dan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat pemerintahan lokal di tengah isu otonomi khusus, daerah istimewa, dan tuntutan transparansi serta anti-korupsi yang semakin kencang. Buku ini adalah referensi wajib bagi siapapun yang ingin memahami bagaimana hukum bekerja di ruang-ruang lokal Indonesia sebuah narasi besar tentang kekuasaan, keadilan, dan kesejahteraan yang dimulai dari daerah dan desa. Pada akhirnya, buku ini bukan sekadar kodifikasi norma atau kompilasi teori, melainkan sebuah undangan bagi pembaca untuk merenungkan kembali hakikat kekuasaan yang paling dekat dengan rakyat. Kami menyusun setiap bab dengan harapan agar dialektika hukum yang tersaji di sini mampu menjadi jembatan bagi terciptanya keadilan yang tidak hanya tertulis di atas kertas, tetapi juga dirasakan nyata di setiap jengkal wilayah daerah dan desa. Selamat membaca, selamat berdialektika; mari bersama-sama menjaga agar denyut nadi demokrasi kita tetap hidup dan bermartabat melalui penguatan tata kelola pemerintahan yang berlandaskan pada kebenaran konstitusional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abikusna, R. (2019). Kewenangan Pemerintah Daerah Dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. SOSFILKOM: Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi. https://doi.org/10.32534/jsfk.v13i01.1453

Afandi, A., & Basuki, U. (2023). Menemukan Konsep Ideal Hubungan Pusat Dan Daerah Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jurnal Hukum Caraka Justitia. https://doi.org/10.30588/jhcj.v3i1.1489

Afandi, A., & Basuki, U. (2023). Menemukan Konsep Ideal Hubungan Pusat Dan Daerah Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jurnal Hukum Caraka Justitia. https://doi.org/10.30588/jhcj.v3i1.1489

Agustiwi, A., I., & H. (2018). Local Regulation Cancellation Mechanism and its Legal Consequence Based on Lex superiori Deregot Legi Inferiori Principle in Economy. **, 54, 01005. https://doi.org/10.1051/shsconf/20185401005

Allo, H., Ilmar, A., & Razak, A. (2025). Asymmetric decentralization arrangements in the implementation of regional autonomy in Indonesia. Edelweiss Applied Science and Technology. https://doi.org/10.55214/25768484.v9i4.6442

Amin, M., & Jamaluddin, J. (2025). Analisis Yuridis terhadap Produk Hukum Pemerintah Daerah dalam Perspektif Prinsip Otonomi Daerah. AHKAM. https://doi.org/10.58578/ahkam.v4i4.7908

Ananda, A., Dedihasriadi, L., & Haerani, Y. (2025). The State’s Right to Control and Local Government Authority in the Mining Sector: A Legal-Policy Research. Administrative and Environmental Law Review. https://doi.org/10.25041/aelr.v6i1.4079

Anwar, K. (2022). Perimbangan Pajak Fiskal Antara Pusat Dan Daerah. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan). https://doi.org/10.58258/jisip.v6i1.2886

Arifin, F. (2024). Distribusi Kewenangan Pusat Dan Daerah Dalam Bingkai Otonomi Daerah Di Indonesia. Justicia Sains: Jurnal Ilmu Hukum. https://doi.org/10.24967/jcs.v9i1.3226

Arifin, Z., & Sasongko, D. (2024). Makna Sentralisasi, Desentralisasi, Dekonsentrasi, dan Medebewin dalam Otonomi Daerah di Indonesia. Advokasi Hukum & Demokrasi (AHD). https://doi.org/10.61234/ahd.v2i2.73

Azhar, M. (2022). Dinamika Urusan Konkuren Antar Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah Dalam Sistem Desentralisasi. Jurnal Lex Renaissance. https://doi.org/10.20885/jlr.vol7.iss 3. art14

Bertrand, J. (2019). Indonesia: “Special Autonomy” for Aceh and Papua. **, 119-139. https://doi.org/10.1093/oso/9780198836544.003.0007

Blume, L., & Voigt, S. (2011). Federalism and decentralization—a critical survey of frequently used indicators. Constitutional Political Economy, 22, 238-264. https://doi.org/10.1007/s10602-011-9105-0

Buana, M. (2022). Struggling with Development. Journal of Southeast Asian Human Rights. https://doi.org/10.19184/jseahr.v6i2.30184

Dewi, N. (2021). Urgensi Kartu Dana Otonomi Khusus Bagi Orang Asli Papua (Tinjauan Desentralisasi Asimetris Di Indonesia). Jurnal Aktual Justice. https://doi.org/10.47329/aktualjustice.v6i1.623

Din, M., & Abubakar, A. (2021). The Position of the Qanun Jinayat as a Forum for the Implementation of Sharia in Aceh in the Indonesian Constitution. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam. https://doi.org/10.22373/sjhk.v5i2.10881

Disantara, F. (2021). Konsep Pluralisme Hukum Khas Indonesia sebagai Strategi Menghadapi Era Modernisasi Hukum.**, 6, 1-36. https://doi.org/10.35673/ajmpi.v6i1.1129

Elcaputera, A. (2022). Urgensi Harmonisasi Rancangan Peraturan Daerah: Sebuah Analisis Tantangan dan Strategi Pembentukan Peraturan Perundang-undangan Indonesia Dalam Rangka Penguatan Otonomi Daerah. Jurnal Ilmu Hukum. https://doi.org/10.30652/jih.v11i1.8236

Erdianti, N., & Kartika, A. (2025). Sentralisasi Kewenangan Executive Preview Pemerintah Pusat Terhadap Harmonisasi Rancangan Peraturan Kepala Daerah. Widya Yuridika. https://doi.org/10.31328/wy.v8i2.6441

Erdika, L., Brahmana, S., H., & Permadi, I. (2024). Integration of Customary Law in Agrarian Law Development in the Industrial Revolution 4.0 Era. Peradaban Journal of Law and Society. https://doi.org/10.59001/pjls.v3i1.131

Fadilah, S., & Mushthofa, Z. (2023). Pasang Surut Otonomi Daerah dalam Kerangka NKRI. JOSH: Journal of Sharia. https://doi.org/10.55352/josh.v2i2.538

Fajria, R., Frinaldi, A., Magriasti, L., & Naldi, H. (2025). Evaluasi Implementasi Desentralisasi di Indonesia: Keberhasilan dan Kegagalan. PUBLICNESS: Journal of Public Administration Studies. https://doi.org/10.24036/publicness.v4i2.259

Firdaus, F. (2019). Refleksi Konstitusionalitas Pengawasan Peraturan Daerah Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 137/PUU-XIII/2015. Jurnal Konstitusi. https://doi.org/10.31078/jk1629

Gea, A. (2024). Politik Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pasca Amandemen Keempat Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development. https://doi.org/10.38035/rrj.v6i5.1072

Hantoro, B. (2024). Pembatasan Yudisial dan Perluasan Kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam Memutus Sengketa Hasil Pilkada. Media Iuris. https://doi.org/10.20473/mi.v7i1.41871

Hariri, A., & Babussalam, B. (2024). Legal Pluralism: Concept, Theoretical Dialectics, and Its Existence in Indonesia. Walisongo Law Review (Walrev). https://doi.org/10.21580/walrev.2024.6.2.25566

Hariyanto, H. (2020). Hubungan Kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Berdasarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi. https://doi.org/10.24090/volksgeist.v3i2.4184

Hariyanto, H., Mukhlis, M., Tajuddin, M., Paidi, Z., & Azizah, M. (2025). Legal ambiguities surrounding the role of the Regional House of Representatives in Indonesia’s regional autonomy framework. Legality: Jurnal Ilmiah Hukum. https://doi.org/10.22219/ljih.v33i2.38409

Hasan, H. (2017). Hierarki Peraturan Perundang-Undangan Negara Republik Indonesia Sebagai Suatu Sistem.**, 1, 120-130. https://doi.org/10.31850/malrev.v1i2.32

Hasibuan, A. (2022). Kekosongan Hukum Pengujian Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Jurnal Yudisial. https://doi.org/10.29123/jy.v15i1.439

Hasibuan, S., Rizki, N., & Siregar, I. (2024). Peran Mahkamah Konstitusi dalam Penegakan Hukum dan Mempertahankan Keseimbangan Kekuasaan dalam Sistem Pemerintahan Indonesia. *El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat*. https://doi.org/10.47467/elmujtama.v4i5.3588

Hasni, K. (2021). Qanun Jinayat And Sharia Police: A New Violence In The Context Of Gender In Aceh, Indonesia. Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam. https://doi.org/10.14421/musawa.2020.192-187-203

Hofifah & Saifuddin. (2025). Qanun Aceh dalam Sistem Tata Hukum di Indonesia: Kedudukan, Fungsi, dan Perbedaannya dengan Perda Syari’at Islam. Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam. https://doi.org/10.14421/0wse5233

Huda, N., & Heryansyah, D. (2019). Kompleksitas Otonomi Daerah Dan Gagasan Negara Federal Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum. https://doi.org/10.20885/iustum.vol26.iss 2. art2

Ibrahim, I., & Juanda, J. (2021). Desentralisasi dan Otonomi Daerah; Pelaksanaan Otonomi Khusus Papua Berdasarkan Sistem UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v8i6.23301

Khalimy, A. (2017). Pencabutan Peraturan Daerah Dalam Timbangan Negara Hukum. **, 2. https://doi.org/10.24235/mahkamah.v2i1.1617

Kurnia, T. (2021). Intervensi Yudisial Dalam Isu Hubungan Pusat–Daerah: Studi Terhadap Praktik Mahkamah Konstitusi. Veritas et Justitia. https://doi.org/10.25123/vej.v7i1.4081

Kurnia, T. (2022). Mahkamah Agung Dan Supremasi Konstitusi: Diskresi Yudisial Dalam Penerapan Undang-Undang. Mimbar Hukum. https://doi.org/10.22146/mh.v34i1.2084

Kurniawan, J. (2020). Desain konstitusional Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam mengelola keberagaman etnik. **.

Kusuma, W., & Sintasari, S. (2023). Pemekaran Daerah dan Otonomi Daerah Kerangka Hubungan Pusat Daerah. CAPITAN: Constitutional Law & Administrative Law Review. https://doi.org/10.47268/capitan.v1i1.9933

Kusumaputra, A. (2021). Dekonstruksi Pembangunan Berkelanjutan Melalui Otonomi Daerah Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Pasca Omnibus Law. LITRA: Jurnal Hukum Lingkungan, Tata Ruang, dan Agraria. https://doi.org/10.23920/litra.v1i1.590

Lekipiouw, S. (2020). Konstruksi Penataan Daerah dan Model Pembagian Urusan Pemerintahan. SASI. https://doi.org/10.47268/sasi.v26i4.414

Liany, L. (2020). Hapusnya Wewenang Executive Review Pemerintah terhadap Peraturan Daerah: Studi Pasca-adanya Putusan MK Nomor 137/PUU-XIII/2015 dan Nomor 56/PUU XIV/2016. **, 10. https://doi.org/10.33476/ajl.v10i2.1222

Lubis, I., Siregar, T., Lubis, D., Adawiyah, R., & Lubis, A. (2025). Integrasi Hukum Adat dalam Sistem Hukum Agraria Nasional: Tantangan dan Solusi dalam Pengakuan Hak Ulayat. Tunas Agraria. https://doi.org/10.31292/jta.v8i2.401

Mauwa, R., Nirahua, S., & Pietersz, J. (2022). Kewenangan Pembatalan Peraturan Daerah Provinsi Oleh Menteri Dalam Negeri Dalam Hubungan Pusat Dan Daerah. Pamali: Pattimura Magister Law Review. https://doi.org/10.47268/pamali.v2i2.885

Mayasari, I. (2017). A Shift in The Review Model of Local Regulation. **. https://doi.org/10.2991/icaspgs-icbap-17.2017.12

Mukhlis, M., Maskun, I., Tajuddin, M., Andriani, D., Muchtasar, R., & Masum, A. (2025). Regional Government Autonomy in Indonesia: The Ambiguity of the Federalism or Republic Model. Malaysian Journal of Syariah and Law. https://doi.org/10.33102/mjsl.vol13no1.760

Mukhlis, M., Maskun, I., Tajuddin, M., Andriani, D., Muchtasar, R., & Masum, A. (2025). Regional Government Autonomy in Indonesia: The Ambiguity of the Federalism or Republic Model. Malaysian Journal of Syariah and Law. https://doi.org/10.33102/mjsl.vol13no1.760

Mulyawan, A., Faishal, A., Suprapto, S., & Saprudin, S. (2025). Monitoring and Review of Regional Regulations in Indonesia that Ensure Legal Certainty. Journal of Progressive Law and Legal Studies. https://doi.org/10.59653/jplls.v3i02.1754

Mutawalli, M., Yeyeng, A., Balebo, P., De Deus, L., Lulo, M., Tinggi, S., Islam, A., Majene, M., Barat, S., Kunci, K., Daerah, P., Konstitusi, M., & Ketatanegaraan, S. (2023). Cancellation of Regional Regulations in Indonesian: An Overview of the Conception of Constitutional Democracy. Jurnal Politik Profetik. https://doi.org/10.24252/profetik.v11i2a2

Najidah, W. (2017). Menata Kembali Desentralisasi Indonesia Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. **, 2, 58-71. https://doi.org/10.24903/yrs.v2i2.199

Nasution, A. (2016). Government Decentralization Program in Indonesia. Asian Development Bank Institute Research Paper Series. https://doi.org/10.4337/9781786436870.00017

Natasha, F., & Priskap, R. (2021). Analisis Terhadap Kewenangan Mahkamah Konstitusi Dalam Penyelesaian Sengketa Kewenangan Lembaga Negara Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Limbago: Journal of Constitutional Law. https://doi.org/10.22437/limbago.v1i3.15911

Natsir, M. (2025). Analisis Otonomi Daerah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Jurnal Hukum dan Sosial Politik. https://doi.org/10.59581/jhsp-widyakarya.v3i1.4718

Nur, R. (2022). The Dilemma of the Constitutional Court's Decision Regarding the Abolition of the Government's Authority to Cancel Regional Regulations. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v9i3.26442

Nurdin, R. (2019). Kedudukan Qanun Jinayat Aceh Dalam Sistem Hukum Pidana Nasional Indonesia. MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman. https://doi.org/10.30821/miqot.v42i2.542

Nurdin, R. (2019). Kedudukan Qanun Jinayat Aceh Dalam Sistem Hukum Pidana Nasional Indonesia. Miqot: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman. https://doi.org/10.30821/miqot.v42i2.542

Oktavia, Y., Frinaldi, A., Magriasti, L., & Naldi, H. (2025). Desentralisasi dan Otonomi Pemerintahan Daerah: Studi Literatur Tentang Dinamika Kebijakan Pemerintahan Daerah Pasca-Reformasi. PUBLICNESS: Journal of Public Administration Studies. https://doi.org/10.24036/publicness.v4i2.260

Ostwald, K., Tajima, Y., & Samphantharak, K. (2016). Indonesia’s Decentralization Experiment: Motivations, Successes, and Unintended Consequences. Journal of Southeast Asian Economies (JSEAE), 33, 139-156. https://doi.org/10.1355/ae33-2b

Permatasari, Y., Jinaratana, A., Hadiwinata, C., Yapputro, P., & Najmi, M. (2023). Regional Autonomy in the Context of Regional Regulations. Asian Journal of Social Sciences and Humanities. https://doi.org/10.59888/ajosh.v1i09.37

Picauly, B., & Sedubun, V. (2022). Parameter Pengawasan Pemerintah Terhadap Peraturan Daerah Yang Berciri Khas Daerah. PATTIMURA Legal Journal. https://doi.org/10.47268/pela.v1i2.6560

Prasetio, D. (2023). Sejarah Dan Eksistensi Pembentukan Peraturan Daerah. Sol Justicia. https://doi.org/10.54816/sj.v5i2.561

Pratiwi, D. (2020). Kewenangan Mahkamah Konstitusi Dalam Pengujian Undang-Undang Ratifikasi Perjanjian Internasional. Jurnal Yudisial. https://doi.org/10.29123/jy.v13i1.268

Purnama, T., Rahardjo, M., Nugroho, S., & Kuswanto, H. (2022). Otonomi Daerah Dalam Perspektif Pancasila. Yustisia Merdeka: Jurnal Ilmiah Hukum. https://doi.org/10.33319/yume.v8i2.191

Purnama, T., Rahardjo, M., Nugroho, S., & Kuswanto, H. (2022). Otonomi Daerah Dalam Perspektif Pancasila. YUSTISIA MERDEKA: Jurnal Ilmiah Hukum. https://doi.org/10.33319/yume.v8i2.191

Purnamawati, E. (2021). Otonomi Daerah Pasca Amandemen UUD 1945. Disiplin: Majalah Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda. https://doi.org/10.46839/disiplin.v27i2.40

Putra, G., Irianto, S., & Manullang, E. (2023). Legal Pluralism in the Special District Province of Yogyakarta, Indonesia. International Journal of Asia Pacific Studies. https://doi.org/10.21315/ijaps2023.19.1.1

Putra, I., & Lubis, A. (2024). Decentralization and Constitutional Law in Indonesia: Balancing Regional Autonomy and National Unity. West Science Law and Human Rights. https://doi.org/10.58812/wslhr.v2i02.1169

Putra, R. (2018). Prospek Pembentukan Daerah Istimewa Sumatera Barat Dalam Koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia. Soumatera Law Review. https://doi.org/10.22216/soumlaw.v1i2.3529

Rahmatullah, I. (2020). Meneguhkan Kembali Indonesia Sebagai Negara Hukum Pancasila. **, 4. https://doi.org/10.15408/adalah.v4i2.16108

Razak, A. (2023). Konseptualisasi Otonomi Khusus dalam Tinjauan Otonomi Daerah: Konstruksi dan Formulasi. Ajudikasi: Jurnal Ilmu Hukum. https://doi.org/10.30656/ajudikasi.v7i2.7656

Reba, Y. (2024). Decentralization of Power: Opportunities and Challenges for Regions. Global International Journal of Innovative Research. https://doi.org/10.59613/global.v2i10.344

Rifa’i, I., & Azizah, N. (2025). Pembatasan Kegiatan Keagamaan oleh Pemerintah Daerah: Konstitusionalitas dan Prinsip Negara Hukum. Constitution Journal. https://doi.org/10.35719/constitution.v4i1.134

Rifan, M., Basyar, S., & Islami, N. (2025). Politik Hukum Desentralisasi Aceh. Jurnal Kajian Konstitusi. https://doi.org/10.19184/j.kk.v5i1.53700

Rifan, M., Basyar, S., & Islami, N. (2025). Politik Hukum Desentralisasi Aceh. Jurnal Kajian Konstitusi. https://doi.org/10.19184/j.kk.v5i1.53700

Rosadi, O. (2015). Konstitusionalitas Pengaturan Pemerintahan Daerah di Indonesia: Suatu Eksperimen yang Tidak Kunjung Selesai. **, 2, 541-563.

Rusjana, M. & Ridwansyah, M. (2022). Revocation of Norm Law No. 11 of 2006 about the Aceh Government. De Lega Lata: Jurnal Ilmu Hukum. https://doi.org/10.30596/dll.v7i1.7830

Sadiawati, D., Setiadi, W., & Hanggawan, M. (2025). Menerapkan Pasal 18B Ayat (1) UUD 1945: Diskursus tentang Konstitusionalitas Pemerintahan Daerah Khusus Ibu Kota Nusantara. Jurnal Penelitian Hukum De Jure. https://doi.org/10.30641/dejure.2025.v25.35-48

Sagala, H. (2022). Kajian Teori Pluralisme Hukum terhadap Sistem Hukum di Aceh. Interdisciplinary Journal on Law, Social Sciences, and Humanities. https://doi.org/10.19184/idj.v3i2.35095

Said, A. (2016). Pembagian Kewenangan Pemerintah Pusat-Pemerintah Daerah Dalam Otonomi Seluas-Luasnya Menurut UUD 1945.**, 9. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v9no4.613

Saifudin, S., Hakiki, Y., Widiastuti, R., Taufiqurrahman, T., & Wahyuningsih, A. (2023). Rekonstruksi Desain Pengujian Peraturan Daerah Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Lex Renaissance. https://doi.org/10.20885/jlr.vol8.iss 1. art4

Sanjaya, W. (2015). Konstitusionalitas Pengaturan Dekonsentrasi Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. **, 2, 581-597. https://doi.org/10.22304/pjih.v2n 3.a9

Setyarini, L., Handoyo, B., Dwi, V., & P. (2023). Legal Politics Legislative Law Number 13 of 2012 Concerning Privileges of the Special Region of Yogyakarta. International Journal of Scientific Multidisciplinary Research. https://doi.org/10.55927/ijsmr.v1i5.4591

Sihombing, R., Kartika, A., Sitompul, Y., & Anugerah, A. (2024). Implementasi Desentralisasi Fiskal Dalam Upaya Mengentasan Kemiskinan Di Kabupaten Dan Kota Provinsi Jawa Barat. Jurnal Informasi, Perpajakan, Akuntansi, Dan Keuangan Publik. https://doi.org/10.25105/jipak.v19i1.18658

Sinaga, F., & Damayanti, R. (2025). Implementation of Regional Autonomy Law in Line with Local Culture. Jurnal Hukum Indonesia. https://doi.org/10.58344/jhi.v4i2.1685

Suharno. (2021). Public Policy And Special Autonomy In Papua And West Papua. Natapraja. https://doi.org/10.21831/jnp.v9i1.43789

Sukardi, S., & Wardana, D. (2024). Does the government have the authority to annul regional regulations?. Legality: Jurnal Ilmiah Hukum. https://doi.org/10.22219/ljih.v32i2.35027

Sukirno, S. (2025). Environmental Law and Regional Autonomy: Opportunities and Challenges in Managing Natural Resources. International Journal of Science and Environment (IJSE). https://doi.org/10.51601/ijse.v5i3.161

Sunan, U., & Yogyakarta, K. (2025). Qanun Aceh dalam Sistem Tata Hukum di Indonesia: Kedudukan, Fungsi, dan Perbedaannya dengan Perda Syari’at Islam. Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam. https://doi.org/10.14421/0wse5233

Sung, M., & Hakim, H. (2019). Unitary, Federalized, or Decentralized?: The Case Study of Daerah Istimewa Yogyakarta as the Special Autonomous Region in Indonesia. Indonesian Comparative Law Review. https://doi.org/10.18196/iclr.1210

Supono, S., Prasetyoningsih, N., & Adilah, I. (2024). Aligning National Legal Development with Local Wisdom: A Study in the Special Region of Yogyakarta. Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum. https://doi.org/10.31941/pj.v23i3.4346

Surya, F. (2023). Pluralisme Hukum Dalam Perspektif Pancasila Tantangan Dalam Era Globalisasi. Indonesian Journal of Legality of Law. https://doi.org/10.35965/ijlf.v6i1.3931

Syam, F., Helmi, H., Nuriyatman, E., Rahardja, I., & Saputra, B. (2024). Why Should the Role of the House of Representatives in Monitoring and Reviewing Local Regulations Be Strengthened? Journal of Indonesian Legal Studies. https://doi.org/10.15294/jils.vol9i1.4578

Syukron, B. (2025). Membaca Ulang Konsep Otonomi Daerah Sebagai Fragmen Dari Konsep Daerah Swatantra Masa Kerajaan Nusantara. Citizen: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. https://doi.org/10.53866/jimi.v5i1.698

Talitha, T., Firman, T., & Hudalah, D. (2020). Welcoming two decades of decentralization in Indonesia: a regional development perspective. Territory, Politics, Governance, 8, 690-708. https://doi.org/10.1080/21622671.2019.1601595

Taryono, Y., & Juanda, J. (2021). Esensi Otonomi Daerah Yang Ideal Menurut Sistem UUD NRI Tahun 1945. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v8i6.23297

Tiopan, D., Kurniawan, S., & Stevie, S. (2023). An ideal relationship between central and regional authorities in Indonesia: The 1945 constitution perspective. Technium Social Sciences Journal. https://doi.org/10.47577/tssj.v44i1.8887

Triningsih, A., & Agustine, O. (2020). Putusan Mahkamah Konstitusi yang Memuat Keadilan Sosial dalam Pengujian Undang-Undang. Jurnal Konstitusi. https://doi.org/10.31078/jk1648

Triningsih, A., & Mardiya, N. (2018). Interpretasi Lembaga Negara dan Sengketa Lembaga Negara dalam Penyelesaian Sengketa Kewenangan Lembaga Negara. **, 14, 778-798. https://doi.org/10.31078/jk1444

Udytama, W., Sugiantari, A., & Anom, G. (2021). Harmonisasi Kearifan Lokal Dalam Peneyelesaian Perkara Pidana Dalam Perspektif RUU KUHP. Jurnal Yusthima. https://doi.org/10.36733/yusthima.v1i01.2982

Umar, M., Murziqin, R., As, B., S., Andriyadi, F., S., S., & Za, T. (2020). The local governance system is based on the special autonomy law in Indonesia. **, 196-200. https://doi.org/10.1201/9780429289989-57

Utami, S. (2022). Peran Partai Politik Lokal Dalam Membangun Otonomi Khusus Papua Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 41/PUUXVII/2019 Tentang Pembentukan Partai Politik Lokal. Cita Hukum Indonesia. https://doi.org/10.57100/chi.v1i1.6

Voigt, S., F., & Blume, L. (2008). Federalism And Decentralization: A Critical Survey Of Frequently Used Indicators.**.

Wahyuni, M., Rimbawan, I., & Awak, E. (2024). Implementasi Kebijakan Desentralisasi Dalam Meningkatkan Efektivitas Pemerintahan Daerah Di Indonesia. Jurnal Ilmiah Cakrawarti. https://doi.org/10.47532/jic.v7i2.1100

Wardhana, A., Hakiki, Y., & Rahman, D. (2024). Perkembangan Pelaksanaan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah: Studi terhadap Pelaksanaan Urusan Pembinaan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum. https://doi.org/10.20885/iustum.vol31.iss 1. art4

Wijayanti, S., Sari, Z., Salam, S., & Firdaus, A. (2024). Norm Clash in Lex superior Derogate Legi Inferiori Principle's Implementation on Circular Letters and Laws. Reformasi Hukum. https://doi.org/10.46257/jrh.v28i3.732

Yusdianto, Y. (2015). Hubungan Kewenangan Pusat dan Daerah Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. **, 2, 483-504. https://doi.org/10.22304/pjih.v2n 3. a4

Yusuf, R., Hidayat, S., Rohman, A., Rizqiyanto, N., & Yusuf, M. (2025). Implikasi Pengelolaan Kawasan Aglomerasi dalam Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta terhadap Pelaksanaan Desentralisasi dan Otonomi Daerah. Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam. https://doi.org/10.14421/455xj860

Zahra, I. (2023). Implementasi Otonomi Khusus Pada Pemerintahan Aceh Dan Papua Dalam Perspektif Perbandingan. Journal Of Administrative And Social Science. https://doi.org/10.55606/jass.v5i1.803

Zainuddin, Z., & Nguindip, N. (2025). Constitutional Problem Parameters in Determining the Special Status of Surakarta. Peradaban Hukum Nusantara. https://doi.org/10.62193/0k66cx03

Published

February 10, 2026

Categories

Details about the available publication format: PDF

PDF

Physical Dimensions