AKUNTANSI HIJAU BUMDES

Authors

Dr. Lisna Lisnawati, S.E., M.Ak.
Universitas Muhammadiyah Bandung
Dr. Suparjiman, M.M., CHRA., CSRS.
Universitas Muhammadiyah Bandung

Keywords:

Akuntansi, Hijau, Bumdes

Synopsis

Akuntansi hijau merupakan perspektif akuntansi lingkungan yang diperkenalkan oleh akademisi dan praktisi untuk memenuhi tuntutan pemangku kepentingan yang peduli terhadap lingkungan. Dalam akuntansi konvensional, pendekatan lingkungan seringkali tidak menjadi bagian dalam akuntansi, karena dianggap hanya sebagai beban periodik. Konvensional hanya mengarah pada pemenuhan tuntutan stakeholders dari sisi ekonomi. Untuk itu keberadaan akuntansi hijau menjadi salah satu pendekatan yang membawa perubahan pada bidang akuntansi terutama dalam mencapai tujuan ekonomi, lingkungan dan tata Kelola.  Buku Akuntansi hijau BUMDES memberikan solusi dalam upaya menghijaukan akuntansi di sektor publik dengan lingkup yang lebih kecil. Ini merupakan upaya mempersiapkan panduan akuntansi hijau (pengakuan, pengukuran dan pelaporan) ke lingkup yang lebih besar. Ada istilah “Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, mulai saat ini, dan mulai konsisten”. Istilah tersebut diterapkan untuk mengembangkan terus akuntansi hijau dalam berbagai sektor. Buku ini mengembangkan bagaimana mengakui, mengukur dan melaporkan akun-akun akuntansi hijau di BUMDES dengan banyak bidang usaha. Pendekatan investasi lingkungan, aset sumber daya alam, liabilitas kontijensi lingkungan, donasi CSR dan biaya-biaya lingkungan merupakan hal yang dikupas mendalam sebagai ciri khas akun-akun lingkungan dalam akuntansi hijau. Buku ini bisa menjadi referensi BUMDES untuk secara sukarela melaporkan akuntansinya menggunakan pendekatan akuntansi hijau. Selain itu,  buku ini berpotensi menjadi satu-satu nya referensi nasional untuk pelaporan akuntansi hijau BUMDES.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Baker, Richard E., dkk. (2016). Akuntansi Keuangan Lanjutan. Jakarta: Salemba Empat.

Ikatan Akuntan Indonesia. (2025). Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Private. Jakarta.IAI.

Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik Indonesia No. 136 tahun. (2022). Jakarta. Kementrian Desa RI.

Kieso, Donald E, Jerry J. Weygant, and Terry D. Warfield, 2014. Intermediate Accounting Volume 2 IFRS Edition. United States Of America: John Wiley & Sons, Inc.

Lako, A. (2018). Akuntansi Hijau: Isu, Teori, dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Empat.

Lisnawati, Lisna, and Magda Siahaan. 2025. “Can Green and Blue Thematic Financing Enhance Sustainability Value? Evidence from Southeast Asia.” International Journal of Ethics and Systems. doi:10.1108/IJOES-11-2024-0374.

Lisnawati, Lisna, Titik Aryati, and Juniati Gunawan. 2024. “Implementation of Digital Innovation on Sustainability Performance: The Moderating Role of Green accounting in the Industrial Sector.” Eastern-European Journal of Enterprise Technologies 1(13(127)): 59–68. doi:10.15587/1729-4061.2024.298639.

PP No 71 tahun 2010.. (2010). Standar Akuntansi Pemerintahan Jakarta: Salemba Empat.

Scroot, William. (2003). Financial Accounting Theory. USA. Prantice Hall.

Published

December 15, 2025

Categories

Details about the available publication format: PDF

PDF

Physical Dimensions